Contoh Usaha Makanan Ringan Unik

  • Whatsapp
Contoh Usaha Makanan Ringan Unik

Tribun kepo – Anda yang sedang mencari inspirasi atau contoh usaha makanan ringan unik? Jika demikian, maka Anda sudah berada di tempat yang tepat. Sebab, kali ini akan dibahas tentang beberapa jenis makanan ringan ala-ala kafe yang disenangi generasi milenial masa kini.

Tak dipungkiri, makanan ringan memang menjadi instrumen bisnis yang cukup menjanjikan. Selain modal yang diperlukan terbilang minim, keuntungan yang bisa diperoleh justru benar-benar di luar dugaan. Wajar, jika semakin banyak orang yang berminat untuk berkecimpung dalam usaha tersebut.

Read More

Contoh Usaha Makanan Ringan Unik Ala Kafe

Sebagian besar orang memang tidak pernah pelit untuk dirinya sendiri, terutama dalam hal icip-icip. Oleh karena itu, jangan takut untuk menjadi pelopor usaha atau membuat inovasi makanan sendiri. Berikut adalah beberapa contoh usaha makanan ringan unik yang bisa dijadikan inspirasi:

1. Dessert Box

Dessert Box

Dessert box atau makanan penutup yang dikemas dalam wadah khusus ini sedang menjadi primadona di kalangan pecinta makanan manis. Tak hanya praktis karena bisa dinikmati langsung pada tempatnya, makanan ini juga bisa di-mix sesuai selera pelanggan.

2. Banana Nugget

Contoh Usaha Makanan Ringan

Tekstur makanan yang crunchy memang selalu berhasil menggoda lidah untuk icip-icip. Apalagi jika sudah bertemu dengan rasa manis alami dari pisang, rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. Sesuai dengan namanya, banana nugget menggunakan pisang sebagai bahan dasar yang dilumuri dengan tepung roti.

Dilihat dari cara bahan-bahan tersebut memang sangat mirip dengan nugget biasa, bukan? Namun, banana nugget dilengkapi dengan lumuran berbagai macam krim rasa, seperti Nutella, greentea, keju, dan sebagainya. Wajar, jika contoh usaha makanan ringan unik yang satu ini memiliki banyak fans.

3. Puding Roti

Contoh Usaha Makanan Ringan

Cuaca yang panas dan terik memang paling cocok untuk ngemil makanan ringan yang bisa membuat suasana menjadi adem. Salah satunya yakni puding roti yang memiliki tekstur rasa manis dan crunchy. Namun, ada perbedaan antara puding biasa dengan puding roti, yakni proses pengolahan.

Puding membutuhkan banyak bahan tambahan, sehingga proses pengolahan memakan waktu cukup lama (kurang lebih1 jam). Adapun bahan-bahan dasar yang digunakan, yakni santan, agar-agar, roti, gula, dan tambahan topping sesuai selera. Tak hanya nikmat disantap saat dingin, puding roti bernutrisi tinggi ini juga sedap untuk disajikan selagi hangat.

4. Susu Goreng

Contoh Usaha Makanan Ringan

Salah satu contoh usaha makanan ringan unik ini mungkin masih terdengar asing bagi Anda. Namun, bagi generasi milenial jajanan yang satu ini justru sedang booming dan banyak dicari. Sebab, susu goreng menawarkan citarasa berbeda dibandingkan camilan-camilan sebelumnya.

Bahan utama pembuatan susu goreng adalah susu cair yang dikentalkan hingga menjadi sebuah adonan menyerupai isian sus. Jika adonan sudah bisa dibentuk, maka gorenglah susu sampai bagian luarnya kering. Camilan yang cukup populer di street food Taiwan ini bisa disajikan menggunakan tusukan dan dinikmati selagi hangat.

5. Cireng Mozarella

Contoh Usaha Makanan Ringan

Gurih dan kenyal mungkin kata-kata paling tepat untuk menggambarkan makanan khas Sunda yang satu ini. Ya, cireng kini kembali naik daun berkat beragam olahan yang ditawarkan. Seperti nama yang melekat, bahan dasar pembuatan cireng adalah tepung tapioka atau yang biasa disebut tepung kanji.

Sedikit berbeda dengan yang ada di tukang gorengan keliling, cireng kini sudah memiliki banyak varian. Mulai dari cireng sambal rujak, cireng dengan berbagai macam isian, cireng banyur, hingga cireng mozarella. Tertarik untuk mencoba contoh usaha makanan ringan unik cireng ini?

Anda bisa mencoba cireng mozarella yang masih terbilang cukup baru dan belum terlalu banyak pesaing. Tekstur rasa yang khas dari cireng tradisional berpadu sempurna dengan keju mozarella yang meleleh di atasnya. Sensasi rasanya benar-benar menggoyah lidah. Berikut contoh perhitungan usaha cireng mozarella:

a. Bahan Baku

  • Tepung kanji: Rp 32.000/kg
  • Keju mozarella kualitas sedang: Rp 40.000
  • Bumbu tambahan: Rp 20.000 (perkiraan)

Total bahan baku: Rp 92.000 x 3 = Rp 276.000. (asumsi per hari menghabiskan 3kg cireng mozarella)

b. Beban

  • Gas: Rp 5.000/hari
  • Penyusutan peralatan: Rp 10.000/hari
  • Pekerja 2 orang: Rp 100.000/hari

Total beban: 115.000/hari

c. Perhitungan Harga Jual

  • Total biaya yang dikeluarkan: bahan baku + biaya operasional = Rp 276.000 + Rp 115.000 = Rp 391.000.
  • Harga jual produk: total biaya bahan baku + (total biaya bahan baku + persentase keuntungan) = Rp 391.000 + (Rp 391.000 + 30%) = Rp 508.300 atau dibulatkan menjadi Rp 510.000.
  • Harga jual produk per porsi: Rp 510.000/100 porsi = Rp 5.100/porsi.

Baca Juga: Strategi Promosi Bisnis Secara Online

Anda bisa mengubah harga jual tersebut menjadi Rp 5000 atau Rp 5.500 per porsi. Tinggal sesuaikan saja dengan kondisi peminat serta keberadaan pesaing di sekitar. Jika memang masih minim pesaing, maka menetapkan harga sedikit lebih tinggi boleh saja dilakukan.

Demikian 5 contoh usaha makanan ringan unik ala-ala kafe yang sedang digandrungi para milenialis. Adapun contoh perhitungan tersebut bersifat fleksibel, karena kemungkinan perbedaan harga selalu ada. Semoga bisa menjadi gambaran bagi Anda yang sedang ingin membuka usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *